web_admin@stts.edu

Jalan Ngagel Jaya Tengah 73 - 77, Surabaya, Indonesia

+62 31 504 1509, +62 31 503 1881

+62 31 502 7920

Detail Postingan

Asah Ketelitian Buat Miniatur Motor Berbahan Tripleks

 

Venanda Elga sangat berhati-hati membawa prakarya berbentuk sepeda motor matik dalam ukuran mini. Miniatur berbahan tripleks tersebut memang rapuh. Jika tidak hati-hati, sambungannya bisa lepas semua. ’’Karena ini tidak dilem,’’ tuturnya.

Prakarya miniatur motor itu merupakan tugas mata kuliah proses produksi. Mahasiswa semester 4 jurusan teknik industri Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (iSTTS) itu menyelesaikannya selama satu semester. Tugasnya membuat miniatur produk yang dikenal masyarakat.

Elga menjelaskan, untuk membuat prakarya itu, para mahasiswa harus mengamati benda yang akan dijadikan miniatur. Proses observasi memakan waktu hingga sebulan. Proses selanjutnya membuat sketsa secara manual dan digital. Sketsa digital dibuat dalam aplikasi Autocad 2D.

Setelah desain digital jadi, Elga memotong bagian-bagian miniatur motor dengan menggunakan laser cut. Bahan yang digunakan adalah tripleks. Proses tersebut dikerjakan dalam waktu dua bulan. ’’Kesulitannya, banyak detail yang kecil-kecil sehingga gampang patah dan hilang. Selain itu, bahan tripleks satu dengan yang lainnya beda ketebalan, tidak ada yang persis sama,’’ katanya.

Dalam mengerjakan tugas itu, bukan hasil akhir yang bagus yang mendapatkan nilai tinggi. Melainkan detail serta ketelitian mahasiswa dalam mengerjakannya. Jika ada kesalahan yang tidak dilaporkan, nilai bisa dikurangi.

Kaprodi Teknik Industri iSTTS Tigor Tambunan menyatakan, pembelajaran tersebut bertujuan melatih kedisiplinan dan ketelitian mahasiswanya. Lulusan teknik industri dipersiapkan menjadi tenaga siap kerja. ’’Karena itu, mereka harus paham detail,’’ tuturnya.

Pembelajaran membuat miniatur produk itu biasanya diajarkan untuk mahasiswa semester atas. Namun, iSTTS sengaja mengajarkannya kepada mahasiswa semester awal agar membentuk pola pikir. Dengan begitu, ketika terjun ke lapangan, mereka bisa lebih paham dan efisien dalam memilih bahan-bahan produk.

Dalam pengerjaannya, para mahasiswa dibebaskan membuat sendiri atau berkelompok. Satu kelompok terdiri atas dua mahasiswa. Mereka yang memilih mandiri atau berkelompok tidak ada dispensasi khusus. Tugas dan tanggung jawabnya sama. ’’Kalau kompak, pasti hasilnya bagus,’’ ucapnya.

 

sumber : http://www.jawapos.com/read/2017/06/28/140785/asah-ketelitian-buat-miniatur-motor-berbahan-tripleks