web_admin@stts.edu

Jalan Ngagel Jaya Tengah 73 - 77, Surabaya, Indonesia

+62 31 504 1509, +62 31 503 1881

+62 31 502 7920

Detail Postingan

Ini Dampaknya Jika Semua Benda Terhubung ke Internet

WASHINGTON - Era di mana semua perangkat terhubung dengan internet atau dikenal dengan istilah Internet of Things, diramalkan akan segera tiba. Lantas sebenarnya apakah yang dimaksud dengan Internet of Things dan seperti apa dampak positif dan negatifnya?

Internet of Things (IoT) sebenarnya belum memiliki definisi resmi karena memang saat ini para peneliti masih mengkaji, meneliti serta memikirkan segala macam kemungkinan untuk mengembangkannya. Namun demikian ada beberapa definisi alternatif yang dapat menjelaskan pengertiannya. Antara lain IoT memiliki pengertian yakni sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Demikian seperti dikutip Wikipedia.

IoT juga mengacu pada benda yang dapat diindentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis internet. Istilah ini sendiri, awalnya dikemukakan oleh Kevin Asthon pada 1999.

Pengaplikasian IoT dalam teknologi untuk kehidupan sehari-hari, diramalkan mampu menguntungkan manusia. Sebagai contoh, salah satu kafe kopi terkenal di Indonesia, Starbucks, dalam beberapa tahun ke depan dilaporkan berencana untuk menghubungkan kulkas dan mesin kopi miliki mereka ke teknologi IoT.Sehingga dengan itu, mereka bisa meningkatkan pelayanan dengan mengetahui apa saja yang lebih disukai konsumen, meramalkan kebutuhan stok barang (kopi dan lainnya), serta manfaat lainnya hingga akhirnya efisiensi dan keuntungan akan meningkat.Namun demikian, menurut peneliti dari Kaspersky, IoT juga memiliki dampak negatif yang cukup mengancam. Karena nantinya produk-produk itu akan terhubung dengan internet, sehingga sangat mungkin pula mendapatkan serangan semacam virus atau peretasan.

Peneliti menjelaskan, TV pintar (smart TV) adalah salah satu sarana paling empuk bagi hacker untuk memata-matai seseorang. Hacker dapat mengirim serangan pada peranti tersebut yang dikenal dengan nama Cryptolocker. Dengan serangan itu, mereka dapat membajak TV Anda kemudian menampilkan pesan tidak jelas. Sehingga pengguna harus rela merogoh kocek untuk memperbaikinya.Pun demikian juga peralatan lainnya seperti lemari es pintar dan mobil pintar. Dua benda itu, kata peneliti juga merupakan target yang mudah untuk dijahili. Produk satu lagi yang mulai marak yakni smartwatch atau jam tangan pintar.

Peneliti mengungkapkan, smartwatch biasanya memiliki aplikasi untuk menyimpan data kesehatan penggunanya. Maka, sumber data kesehatan tersebut dapat saja disalahgunakan demi kepentingan tidak jelas oleh penjahat cyber. Demikian seperti dikutip Theregister, Kamis (25/6/2015).

Ilustrasi (foto : Lanereport)