Luhut Mendadak Ngomong Big Data Covid-19, Apa Maunya?
Blog
06 November 2020

Luhut Mendadak Ngomong Big Data Covid-19, Apa Maunya?

Jakarta, CNBC Indonesia - Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendapat banyak masukan saat membantu penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia di beberapa provinsi. Ia sadar masih banyak yang perlu dibenahi dari sistem manajemen kesehatan di Indonesia, terutama terkait manajemen 'big data'.

 
 

Ia meminta Kemenkes untuk mengecek beberapa perbaikan manajemen data termasuk di dalamnya perbaikan data New All Records (NAR) terkait pencatatan hasil laboratorium orang yang dites PCR. Luhut bilang perbaikan data NAR harus dilakukan segera karena nantinya berhubungan erat dengan upaya surveilans dan vaksin covid-19 yang akan segera dilakukan.

"Mengapa? Karena ke depannya, "big data" yang akan kita bangun ini akan dimanfaatkan untuk perbaikan manajemen data pasien ke depannya, dengan begitu kita dapat melihat data berbagai jenis penyakit yang diderita oleh masyarakat Indonesia, riwayat kesehatan pasien, rekam medis, sampai kebutuhan obat pasien sehingga kita bisa memperkirakan pabrik obat apa saja yang perlu kita bangun untuk persediaan obat di dalam negeri," kata Luhut dalam akun media sosialnya, dikutip Jumat (6/11).

Ia mau agar "big data" informasi kesehatan ini bisa terintegrasi dengan BPJS Kesehatan secara baik. Ia juga menegaskan bahwa seluruh infrastruktur "big data" manajemen kesehatan fungsi pengelolaannya akan sepenuhnya dipegang oleh Kemenkes.

"Saya meminta kepada kedua pihak (Kemenkes dan Telkom) untuk menyelesaikan integrasi manajemen kesehatan untuk penanganan Covid-19 ini maksimal diselesaikan pada bulan Desember, dengan catatan secara bertahap akan ada beberapa perbaikan yang bersifat minor dan mendesak untuk memperbaiki sistem yang sudah ada," katanya.

Sehingga Indonesia mulai mewujudkan reformasi kesehatan di Indonesia, lewat integrasi manajemen data kesehatan berbasis teknologi informasi.

Terkait penanganan Covid-19, Luhut punya target jumlah orang yang dites Indonesia dan percepatan keluarnya hasil tes Covid 19 di Indonesia yang saat ini masih di atas 48 jam .

"Saya ingin kita terus mengejar standar acuan yang telah ditetapkan WHO, mengingat jumlah orang yang beberapa daerah masih di bawah standar WHO," ungkap Luhut.

Ia bilang kapasitas laboratorium sebenarnya Indonesia telah mampu memenuhi standar WHO yaitu jumlah tes 1 orang berbanding 1,000 penduduk per minggu dengan positivity rate di bawah 5%.

"Maka dari itulah saya rasa pemeriksaan harus lebih ditargetkan kepada orang yang bergejala, terutama yang berasal dari hasil "tracing"," katanya.

Ia berharap integrasi sistem manajemen data penanganan COVID-19 yang sedang dikembangkan pemerintah bisa berjalan dengan efektif sehingga bisa menampilkan data yang faktual dan nyata.

"Masyarakat akan mendapatkan informasi yang paling faktual terkait penanganan pandemi di Indonesia, dan pemerintah Indonesia akan punya sistem manajemen kesehatan yang saling terintegrasi dari hulu hingga hilir," katanya.

7 Kebiasaan ini Akan Jadi Kunci Sukses Karir Anda

7 Kebiasaan ini Akan Jadi Kunci Sukses Karir Anda

Sudah 12 tahun berlalu sejak saya pertama kali membaca “The 7 Habits of Highly Effective Teens” yang ditulis Sean Covey berdasarkan buku yang disusun sang ayah, Stephen R. Covey, “The 7 Habits of Highly Effective People”. Saya masih ingat bagaimana buku tersebut mengubah saya, melatih saya untuk selalu mengembangkan dan membuat tujuan-tujuan saya menjadi kenyataan. Saat ini saya duduk di hadapan komputer, menulis artikel soal improvement dan, wah, saya tersadar betapa saran-saran Mr. Covey dalam bukunya begitu relevan untuk membantu setiap orang meningkatkan kualitas kerja dan menghebatkan pencapaiannya.

Baca Selengkapnya
Twitter Jelaskan Beri Label Cuitan Trump: Tekan Hoaks

Twitter Jelaskan Beri Label Cuitan Trump: Tekan Hoaks

Jakarta, CNN Indonesia -- Twitter mengklaim pemberian label misinformasi dan hoaks pada sejumlah cuitan Presiden AS Donald Trump berdampak pada pengurangan penyebaran kabar bohong di platformnya.

Baca Selengkapnya
Vaksin AstraZeneca Dipertanyakan, Gerak Bursa Asia Bervariasi

Vaksin AstraZeneca Dipertanyakan, Gerak Bursa Asia Bervariasi

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia bergerak mixed, cenderung melemah pada pukul 11:00 WIB, di tengah minimnya sentimen positif yang datang dari Negeri Paman Sam (Amerika Serikat/AS).

Baca Selengkapnya
5 Kiat Berjualan Melalui Instagram

5 Kiat Berjualan Melalui Instagram

Jakarta - Country Director Facebook Indonesia melalui Akademi Instagram menggelar acara bincang-bincang seputar bisnis bersama selebriti yang memiliki bisnis, yaitu Zaskia Adya Mecca, Luna Maya dan Dimas Beck. 

Baca Selengkapnya
Pakar Ingatkan Penipuan Google Drive Murah di Toko Aplikasi

Pakar Ingatkan Penipuan Google Drive Murah di Toko Aplikasi

Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat keamanan siber vaksin.com, Alfons Tanujaya, mengingatkan pengguna agar waspada dengan tawaran kapasitas Google Drive dengan harga murah. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons kemunculan kapasitas Google Drive di e-commerce.

Baca Selengkapnya
BI Sudah Turunkan Bunga Nih, Bisa Nggak RI Lepas dari Resesi?

BI Sudah Turunkan Bunga Nih, Bisa Nggak RI Lepas dari Resesi?

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memutuskan menurunkan suku bunga acuan. Semoga kebijakan ini mampu melepaskan Indonesia dari jeratan resesi ekonomi.

Baca Selengkapnya
Lihat Semua Blog
Icon