Terbang Makin Mahal: PP dari Jakarta-Papua Bisa Rp 10 Juta?
Blog
19 June 2020

Terbang Makin Mahal: PP dari Jakarta-Papua Bisa Rp 10 Juta?

Jakarta, CNBC Indonesia - Bepergian saat fase new normal memang ada tambahan biaya lebih besar dari sebelumnya. Tambahan biaya mencakup biaya cek kesehatan sebagai upaya untuk mencegah penularan covid-19, belum lagi pemerintah memberikan ruang harga tiket batas atas.


"Sudah ada satu Keputusan Menteri tentang tarif batas atas dan saat ini memang kami membolehkan airline untuk memberlakukan tarif dengan tarif batas atas yang sudah diatur oleh Kementerian Perhubungan," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/6/20).
Ketentuan tarif ini mengacu kepada Keputusan Menteri Perhubungan No KM 106 Tahun 2019. Regulasi itu mengatur secara rinci penetapan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) penerbangan niaga berjadwal.


Dalam regulasi tersebut, TBA dari Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta misalnya menuju Surabaya dipatok Rp 1.167.000 sekali jalan. Sedangkan dari bandara yang sama menuju Denpasar dipatok Rp 1.431.000.


Adapun dari Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma menuju Jayapura, Papua, TBA dipatok Rp 4.617.000. Semua tarif tersebut berlaku untuk sekali perjalanan.
Tarif tersebut juga bukan harga final tiket pesawat. Sebab tarif yang tercantum belum termasuk PPN, biaya asuransi, Airport Tax atau Passenger Service Charge (PSC) atau Pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U), dan biaya tambahan lainnya.
Angka itu juga belum termasuk tambahan biaya kesehatan. Kini, ongkos naik pesawat terbang harus ditambah dengan biaya tes kesehatan. Terdapat 3 metode test yang dapat digunakan sebagai syarat terbang.


Dalam aturan terbaru dijelaskan, jika tes kesehatan yang digunakan rapid test, maka masa berlaku adalah 3 hari, atau jika tes kesehatan yang digunakan PCR maka masa berlaku ialah 7 hari.
Apabila kedua metode tes di itu tidak tersedia di daerah asal, maka calon penumpang harus mendapatkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) dari dokter rumah sakit/ Puskesmas.


Berapa ongkosnya?
Tidak ada harga pasti yang bisa dipakai sebagai acuan, namun berdasarkan pengalaman di lapangan, selama ini biaya pemeriksaan rapid test berkisar antara Rp 300 ribu- Rp 500 ribu, sedangkan PCR mandiri dibanderol Rp 2,5 juta - Rp 2,7 juta sekali tes.


Ongkos tambahan tersebut hanya berlaku untuk sekali terbang, kecuali jika penumpang yang bersangkutan bepergian berangkat-pulang dalam waktu yang masih memenuhi kriteria, yakni 3 hari masa berlaku rapid test dan 7 hari untuk PCR. Jika waktu bepergian berangkat-pulang melebihi batas itu maka penumpang harus merogoh kocek sekali lagi untuk tes ulang.


Sebagai simulasi, ongkos terbang dari Jakarta menuju Papua pulang pergi setidaknya lebih dari Rp 10 juta. Angka tersebut berasal dari 2 kali tiket perjalanan bila dihitung dengan ketentuan tarif batas atas, ditambah 2 kali biaya rapid test.

 

sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20200619100226-4-166494/terbang-makin-mahal-pp-dari-jakarta-papua-bisa-rp-10-juta

Sebanyak Apa Duit 4,1 Triliun yang Jadi Anggaran Perjalanan Dinas Kementerian saat Pandemi?

Sebanyak Apa Duit 4,1 Triliun yang Jadi Anggaran Perjalanan Dinas Kementerian saat Pandemi?

Baca Selengkapnya
Menristek: Butuh Riset Agar Rapid Test Covid-19 Tidak Impor

Menristek: Butuh Riset Agar Rapid Test Covid-19 Tidak Impor

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengharapkan adanya penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan teknologi ke depan yang bisa berfokus pada upaya menggantikan bahan impor dalam penanganan virus corona COVID-19 di Tanah Air.

Baca Selengkapnya
Virus Corona Menular Lewat Udara, Rupiah Mulai Goyang

Virus Corona Menular Lewat Udara, Rupiah Mulai Goyang

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga pertengahan perdagangan Jumat (10/7/2020). Rupiah sebelumnya sudah membukukan penguatan 4 hari beruntun dan bisa jadi 5 jika hari ini menguat lagi, tapi hal tersebut sepertinya sulit dicapai.

Baca Selengkapnya
Ini Lima Larangan bagi Para Pesepeda yang Sedang Dirancang oleh Kemenhub

Ini Lima Larangan bagi Para Pesepeda yang Sedang Dirancang oleh Kemenhub

MOJOK.CO – Banyaknya jumlah pesepeda pada akhirnya memaksa Kemenhub untuk membahas regulasi kegiatan bersepeda.

Bersepeda memang pada awalnya hanyalah aktivitas rekreatif biasa. Beberapa menjadikannya sebagai rutinitas dalam bekerja. Ia menjadi aktivitas yang tak punya banyak aturan.

Baca Selengkapnya
Link Data Bocor di Medsos, Tokopedia Klaim Bukan Kasus Baru

Link Data Bocor di Medsos, Tokopedia Klaim Bukan Kasus Baru

Jakarta, CNN Indonesia -- Tokopedia mengklaim jutaan data pengguna yang bocor di media sosial (medsos) bukanlah data baru. Pihaknya juga akan menyeret penyebar ke ranah hukum.

Baca Selengkapnya
Emas Antam vs Emas Dunia, Siapa Lebih Cuan di Semester I?

Emas Antam vs Emas Dunia, Siapa Lebih Cuan di Semester I?

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas menjadi salah satu aset yang kinerjanya paling kinclong di tahun ini, di tengah pandemi penyakit virus corona (Covid-19) yang membuat perekonomian global nyungsep menuju jurang resesi.

Baca Selengkapnya
Lihat Semua Blog
Icon