Menristek Respons Indonesia Bisa Bebas Covid-19 Tanpa Vaksin
Blog
14 September 2020

Menristek Respons Indonesia Bisa Bebas Covid-19 Tanpa Vaksin

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro menyatakan vaksin dibutuhkan dalam menanggulangi pandemi Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2.


Hal ini diungkap Bambang menanggapi kemungkinan Indonesia bisa bebas dari pandemi Covid-19 tanpa vaksin seperti yang sebelumnya terjadi saat penanggulangan SARS dan MERS.


Sebab, Bambang beralasan pandemi Covid-19 berbeda dengan pandemi Severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

"Virus Covid-19 akan bersama umat manusia untuk waktu yang tidak pendek. Agar ada imunitas massal perlu dibantu vaksin," ujar Bambang kepada CNNIndonesia.com, Senin (14/9).

Bambang menuturkan menghadapi pandemi Covid-19 tidak cukup dengan mengandalkan daya tahan tubuh atau dengan bantuan suplemen, vitamin, olahraga, dan lain-lain. Dia menyebut penanggulangan pandemi Covid-19 tetap memerlukan vaksin.

Salah satu bukti diperlukannya vaksin untuk menangani pandemi Covid-19, kata dia terlihat dari seluruh negara yang berupaya mengembangkan vaksin. Bahkan, dia menegaskan China yang merupakan negara pertama ditemukannya virus corona SARS-CoV-2 sangat aktif mengembangkan vaksin.

Lebih lanjut, Bambang menuturkan vaksin khusus Covid-19 diperlukan mengingat vaksin flu yang ada saat ini tetap perlu diperbarui. Meski tidak merinci, dia berkata pembaruan vaksin flu dilakukan pada periode tertentu.

Dia juga mengingatkan virus corona SARS-CooV-2 sangat menular dan berbahaya bagi yang tenaga kesehatan dan yang memiliki penyakit bawaan.

"Perlu diperhatikan bahwa meskipun tingkat fatalities Covid relatif rendah, tetapi sangat menular dan berbahaya bagi yang terpapar virus dalam jumlah besar," ujarnya.

Bambang menambahkan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M)adalah upaya mencegah penularan. Sedangkan pengetesan, penelusuran, dan isolasi (3) adalah untuk mencegah fatalities.

"Keduanya (3M dan 3T) harus dilengkapi vaksin untuk perkuat imunitas bersama suplemen, vitamin, dan lain-lain," ujar Bambang.

Sebelumnya, Ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo meyakini Indonesia bisa bebas dari pandemi virus corona Covid-19 tanpa harus menunggu keberadaan vaksin maupun obat. Ia mengatakan ini karena keberadaan vaksin dan obat yang masih memakan waktu lama.

Kunci pemutusan mata rantai pandemi Covid-19 berada di kombinasi 3T (testing, tracing, dan treatment) serta 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

Kunci ini juga harus didukung dengan kebijakan lockdown atau Pembatasan Sektor Berskala Besar (PSBB) yang harus dituruti oleh masyarakat menghentikan mobilitas yang menjadi faktor penyebaran Covid-19.

"Kombinasi 3T, 3M dan dalam tanda kutip lockdown. Karena uji klinis vaksin belum tentu berhasil, jadi perlu langkah antisipatif," ujar Ahmad saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (13/9).

Ahmad mengatakan pandemi SARS dan MERS yang diakibatkan dengan virus corona yang mirip dengan virus SARS-CoV-2 dapat dituntaskan tanpa adanya vaksin dan obat. Sebab, kedua pandemi itu berakhir sebelum uji klinis selesai.

Namun patut diingat bahwa penyakit SARS dan MERS ini cukup mudah untuk diidentifikasi karena menimbulkan gejala bagi orang yang terinfeksi.

Sehingga pihak berwenang bisa dengan mudah melakukan isolasi para penderita ini. Di sisi lain, banyak pasien Covid-19 yang sama sekali tak menimbulkan gejala.

"Intinya pengendalian wabah SARS dan MERS mudah karena cukup fokus pada yang bergejala," kata Ahmad.

Ahmad menjelaskan mengapa pasien SARS dan MERS bisa menimbulkan gejala sementara pasien Covid-19 banyak yang tak menimbulkan gejala.

Menurut Ahmad, virus SARS-CoV-2 lebih menyukai untuk menginfeksi saluran napas atas, seperti rongga hidung, faring, dan laring sebagai tempat untuk bereplikasi. Hal ini mengakibatkan orang yang terinfeksi tak menyebabkan gejala.

Sekalipun ada gejala, Ahmad mengatakan banyak orang yang tak menyadari karena hanya sekedar gejala flu seperti sedikit pilek dan bersin.

"Infeksi rongga nafas atas tidak bikin sesak nafas. Dampaknya karena bereplikasi di rongga atas adalah gejala yang nampak tak begitu berat. Bahkan 80 persen orang tidak ada gejala atau sangat ringan, namun begitu sampai di paru, baru dia mulai nampak gejalanya," kata Ahmad.

Sumber : cnnindonesia.com/teknologi/20200914151251-199-546321/menristek-respons-indonesia-bisa-bebas-covid-19-tanpa-vaksin

Efek Samping Vaksin Covid-19, Ada yang Pingsan di Jateng

Efek Samping Vaksin Covid-19, Ada yang Pingsan di Jateng

Jakarta, CNBC Indonesia- Efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Covid-19 terus menjadi perhatian masyarakat yang menantikan giliran untuk vaksin. Sebuah efek samping pingsan pasca vaksin Covid-19 ditemukan di Jawa Tengah. Selain itu juga ada mual, mata merah, hingga bengkak.

Baca Selengkapnya
WNA yang Ajak Bule Datang ke Bali saat Pandemi Dideportasi

WNA yang Ajak Bule Datang ke Bali saat Pandemi Dideportasi

DENPASAR - Cuitan Kristen Gray yang mengundang orang datang ke Bali saat pandemi akhirnya berbuntut dideportasinya wanita asal USA itu. Keputusan itu diambil Kanwil Kemenkumham Bali setelah melakukan pemeriksaan,m Selasa (19/1/2021).

Baca Selengkapnya
Pandemi Percepat Perubahan Cara Orang Berbelanja Online

Pandemi Percepat Perubahan Cara Orang Berbelanja Online

Jakarta, CNN Indonesia -- Belanja online diklaim meningkat sepanjang 2020 di tengah pandemi Covid-19. Peningkatan tersebut hampir 20 persen dari tahun sebelumnya.

 

Baca Selengkapnya
Jokowi Bermimpi: RI Bisa Melompat Tinggi dalam Kondisi Krisis

Jokowi Bermimpi: RI Bisa Melompat Tinggi dalam Kondisi Krisis

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah saat ini tidak hanya ingin keluar dari krisis melainkan juga melakukan lompatan besar pascakrisis.

Baca Selengkapnya
Jokowi Usai Divaksin Corona: Enggak Terasa Sama Sekali

Jokowi Usai Divaksin Corona: Enggak Terasa Sama Sekali

Presiden Jokowi akhirnya sudah resmi divaksin corona Sinovac. Jokowi disuntik vaksin corona di Istana Merdeka, Rabu (13/1).

Baca Selengkapnya
Critical Eleven, Periode Genting Rawan Kecelakaan Pesawat

Critical Eleven, Periode Genting Rawan Kecelakaan Pesawat

Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga menit setelah lepas landas dan delapan menit sebelum mendarat yang dikenal dengan istilah Plus Three Minus Eight atau critical eleven merupakan momen kritis dalam penerbangan pesawat. Pada kisaran momen itu Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1).

Baca Selengkapnya
Lihat Semua Blog
Icon