3 Fakta Ditangkapnya Putra Siregar, Selebgram yang Jual HP Ilegal
Blog
29 July 2020

3 Fakta Ditangkapnya Putra Siregar, Selebgram yang Jual HP Ilegal

Putra Siregar memiliki toko dengan nama yang cukup dikenal anak-anak muda, yaitu PS Store. PS Store dikenal sebagai toko ponsel yang menjual di bawah harga pasaran.
 
 
Namun Bea Cukai Kanwil DKI Jakarta akhirnya menemukan dugaan penjualan ponsel ilegal miliknya. Dalam hal ini, PS diduga melanggar pasal 103 huruf d Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.
 
 
Berikut kumparan merangkum 3 fakta ditangkapnya Putra Siregar pedagang hp ilegal:
 
 

Bea Cukai Sita Aset PS Store Rp 1,3 M karena Diduga Jual Hp Ilegal Sejak 2017

Bea Cukai Kantor Wilayah Jakarta menemukan dugaan pelanggaran perdagangan HP ilegal milik PS Store.
 
 
Kasi Bimbingan Kepatuhan dan Kehumasan Bea Cukai Kanwil Jakarta, Ricky M Hanafie, menjelaskan penyelidikan dan penyidikan telah dilakukan sejak tahun 2019. Lalu pada 23 Juli 2020, PS Store telah resmi sebagai tersangka.
 
 
3 Fakta Ditangkapnya Putra Siregar, Selebgram yang Jual HP Ilegal (1)
Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut dilaksanakan atas pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.
 
Kemudian pada 23 Juli 2020 telah diserahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari. total 190 unit hp. Tersangka selama proses penyelidikan dan penyidikan hingga tahapan serah terima senantiasa kooperatif dan menggunakan protokol COVID-19," ungkapnya kepada kumparan, Selasa (28/7).
 
 
Ricky menuturkan, Bea Cukai secara konsisten terus melakukan pengawasan terhadap kegiatan peredaran barang-barang ilegal. Tersangka berinisial PS atau Putra Siregar telah diserahkan beserta barang bukti, antara lain 190 handphone bekas berbagai merek dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000.
 
 
Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan atau penghasilan PS yang disita di tahap penyidikan, kemudian akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara (Dhanapala Recovery) yang terdiri dari uang tunai senilai, Rp 50.000.0000, rumah senilai Rp 1,15 miliar, dan rekening bank senilai Rp 50.000.000
 

Putra Siregar Sudah Diintai Bea Cukai Sejak 2019

Kasi Bimbingan Kepatuhan dan Kehumasan Bea Cukai kanwil DKI Jakarta, Ricky M Hanafie menjelaskan penyelidikan dan penyidikan kasus ini telah dilakukan sejak tahun 2019. Lalu pada 23 Juli 2020 kemarin, Pemilik PS Store, Putra Siregar telah resmi sebagai tersangka.
 
 
“Iya (Putra Siregar) yang patut diduga adanya pelanggaran tindak pidana kepabeanan berupa HP ilegal,” katanya kepada kumparan, Selasa (28/7).
 
 
3 Fakta Ditangkapnya Putra Siregar, Selebgram yang Jual HP Ilegal (2)
Pemilik PS Store, Putra Siregar bersama Atta Halilintar. Foto: Instagram/@putrasiregarr17
Ia menegaskan kedepannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal.
 
 
Bea Cukai Kanwil DKI Jakarta mengusut dugaan kasus jual beli handphone secara ilegal di wilayah Jakarta Timur. Kasus ini menjerat seorang pengusaha bernama Putra Siregar (PS), yang disebut-sebut sebagai pemilik gerai handphone PS Store di Condet. PS pun telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
 

Putra Siregar, Pemilik PS Store, Terancam Bui 8 Tahun dan Denda Rp 5 M

Putra Siregar diancam dengan hukuman pidana penjara minimal 2 tahun dan maksimal 8 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.
 
 
Kasus dugaan jual beli handphone ilegal ini akhirnya viral di media sosial. Pasalnya, PS Store selama ini dikenal sebagai toko yang kerap menjual handphone berbagai jenis, khususnya iPhone dengan harga yang miring dari pasaran.
 
 
Gerai ini disebut-sebut memiliki sejumlah cabang di kota-kota besar, termasuk Batam. Namun pusatnya berada di Jalan Condet, Jakarta Timur. Di Instagram, akun PS Store juga kerap meng-endorse sejumlah artis ternama untuk mempromosikan produk mereka.
 
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Milono mengatakan Bea Cukai Kanwil DKI Jakarta telah melimpahkan berkas perkara tindak pidana kepabeanan ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur, pada Kamis (23/7). Dalam waktu dekat, kasus dugaan peredaran barang ilegal itu akan segera disidang.
 
 
"Kejaksaan Negeri Jakarta Timur sudah menerima pelimpahan berkas dari Bea Cukai Kanwil DKI Jakarta. Karena pengadministrasi ada di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, maka kelengkapan administrasi dilakukan di sini," katanya kepada wartawan di Kejari Jaktim, Selasa (28/7).

Efek Samping Vaksin Covid-19, Ada yang Pingsan di Jateng

Efek Samping Vaksin Covid-19, Ada yang Pingsan di Jateng

Jakarta, CNBC Indonesia- Efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Covid-19 terus menjadi perhatian masyarakat yang menantikan giliran untuk vaksin. Sebuah efek samping pingsan pasca vaksin Covid-19 ditemukan di Jawa Tengah. Selain itu juga ada mual, mata merah, hingga bengkak.

Baca Selengkapnya
WNA yang Ajak Bule Datang ke Bali saat Pandemi Dideportasi

WNA yang Ajak Bule Datang ke Bali saat Pandemi Dideportasi

DENPASAR - Cuitan Kristen Gray yang mengundang orang datang ke Bali saat pandemi akhirnya berbuntut dideportasinya wanita asal USA itu. Keputusan itu diambil Kanwil Kemenkumham Bali setelah melakukan pemeriksaan,m Selasa (19/1/2021).

Baca Selengkapnya
Pandemi Percepat Perubahan Cara Orang Berbelanja Online

Pandemi Percepat Perubahan Cara Orang Berbelanja Online

Jakarta, CNN Indonesia -- Belanja online diklaim meningkat sepanjang 2020 di tengah pandemi Covid-19. Peningkatan tersebut hampir 20 persen dari tahun sebelumnya.

 

Baca Selengkapnya
Jokowi Bermimpi: RI Bisa Melompat Tinggi dalam Kondisi Krisis

Jokowi Bermimpi: RI Bisa Melompat Tinggi dalam Kondisi Krisis

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah saat ini tidak hanya ingin keluar dari krisis melainkan juga melakukan lompatan besar pascakrisis.

Baca Selengkapnya
Jokowi Usai Divaksin Corona: Enggak Terasa Sama Sekali

Jokowi Usai Divaksin Corona: Enggak Terasa Sama Sekali

Presiden Jokowi akhirnya sudah resmi divaksin corona Sinovac. Jokowi disuntik vaksin corona di Istana Merdeka, Rabu (13/1).

Baca Selengkapnya
Critical Eleven, Periode Genting Rawan Kecelakaan Pesawat

Critical Eleven, Periode Genting Rawan Kecelakaan Pesawat

Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga menit setelah lepas landas dan delapan menit sebelum mendarat yang dikenal dengan istilah Plus Three Minus Eight atau critical eleven merupakan momen kritis dalam penerbangan pesawat. Pada kisaran momen itu Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1).

Baca Selengkapnya
Lihat Semua Blog
Icon